0

Main Tebak-Tebakan, yuk!

Ada yang tahu buku ‘Gabriel Finley and the Raven’s Riddle’ gak? Bukunya seru, dan penuh teka-teki yang bisa kalian coba:

    1. Apa yang terbang tapi tak bersayap? –> dari Paladin, si Raven kecil
    2. . Apa yang kauambil dari orang lain padahal kau punya? –.> Paladin lagi >_<
    3. Aku berputar dari jam ke jam, setiap siang berganti malam. pulang tak kurang suatu apa. Tahukah kau mengapa? –> Paladin lagi!
    4. Ke seluruh bagiku mudah, angin utara jadikanku melimpah. bentukku beraneka, tak pernah bicara, di terang matahari aku binasa —> Valraven penjaga gerbang
    5. Aku kaudapat sejak lahir. aku ada sampai napasmu berakhir. Tapi jarang kaugunakan. Justru yang lain sering ucapkan. Apakah aku? —> Valraven penjaga gerbang lagi
    6. Aku duduk di tangga. Bisa kemana-mana. Datar jika turun selangkah. Naik selangkah aku jadi… fa!—> Valraven penjaga gerbang lagi!
    7. Apa yang bisa kauberi tapi tetap milikmu, cedera tapi tak bisa pulih?—> Corax
    8. Bayi tak punya aku. Orang tua terus menyebutku. Waktu jadi misteri tanpaku. Apakah aku?—> Gabriel, tokoh utama

Jawabannya nanti, ya. Untuk sementara, silahkan berpikir ria dulu 😛 .

Nanti Insya allah aku pos reviewnya ya. 😀

WIN_20170719_160724.JPG

Teka-teki nomor 7, halaman 372

 

Advertisements
0

Eskrim Orlos

Orlos, Orlos, rasanya pernah denger. Dimana ya? Entahlah. Oh ya, Eskrim Orlos ini bukan eskrim yang dibikin orang yang namanya Orlos ya, yang bikinnya ya, aku. Orlos singkatan dari… Tebak sendiri yaaa :p

Bahan:

2 kotak susu UHT 125 ml (1 kotak yang 250 ml juga bisa kok!)

Susu kental manis cokelat 1 sachet

Goriorio vanilla 4 bungkus (bisa juga oreo vanilla 2 bungkus) hancurkan

Chocolatos 2 buah, hancurkan

Cara Memanggang(ups, salah tulis, maksudnya Cara Membuat… :p )

1. Blender susu dan kental manis sampai merata

2. Masukkan goriorio, blender lagi

3. Masukkan pada cup-cup kecil

4. Letakkan Chocolatos diatasnya

5. Masukkan ke freezer hingga membeku (Iyalah, orang juga dah tahu, masukin ke freezer pasti mau dibekuen :p )

Dah jadi. Ini hasilnya waktu dah beku. O ya, oreo ya yang diblender dengan susu itu turun kebawah. Liat aja. O ya, udah ketebak nggak, kenapa namanya eskrim Orlos? Kata kuncinya ada di bahan. Oke? :p

BA-BAY SEMUA!!! JANGAN LUPA COMMENT YA !!! (Stop, stop! Telingaku mau pecah nih! -_-)

This slideshow requires JavaScript.

2

5 Hal yang Menurutku Salah di Buku Harry Potter

Gini, meskipun aku lovers-nya Harry Potter, aku nih pembaca yang kritis. (Banyak omong!) Jadi, ada beberapa hal yang menurutku salah atau gak masuk akal. Intip yuuuk!:

  1. Kenapa quiddicthnya selalu Gryffindorr versus Slytherin? Emang sih, pernah Gryffindorr versus Hufflepuff dan Slytherin versus… sapa ya? Lupa, entah Hufflepuff ato Ravenclaw. Kenapa nggak pernah Hufflepuff versus Ravenclaw? Kenapa selalu Gryffindorr dan Slytherin?
  2. Si Neville itu, di Harry Potter 7, kenapa dia tiba-tiba langsung jadi hero? Kalau J.K. Rowling memang mau menjadikannya pahlawan, ia harus mempersiapkannya sejak awal. Aku ngerti kok, kalo dia mau menjadikan si Neville yang selalu culun dan kikuk sampe ngelelehin kuali Seamus itu menjadi sosok yang tak terduga sehingga dia dianggap hebat atau gimanalah gitu. Tapi, si Neville di seri-seri sebelumnya dia tak pernah menunjukkan sikap se-hero itu. Kecuali mungkin waktu ia ikut Harry ke kementrian untuk membebaskan Sirius. Tapi di seri 7 ia menghancurkan Nagini, Horcrux Voldemort. Itu kan hero banget. Jadi, nggak ada pahlawan yang hadir secara instan. Ia harus dipersiapkan sejak sebelumnya.
  3. Semua orang selalu menganggap hanya Harry yang bisa mengalahkan Voldemort. Padahal, semua orang bisa melakukannya. Setiap orang punya kesempatan.
  4. J.K. Rowling sama sekali tak memberi kesempatan pada Si Draco Malfoy untuk berbuat benar. Ia selalu digambarkan, sombong, dimanjakan, jahat dan suka mengacau. Tapi menurutku ia tidak jahat. Ia hanya nakal. Meskipun menurutku dia agak kelewatan menyebut para kelahiran Muggle sebagai darah-lumpur. Buktinya, satu lagi, ketika ia menjadi Pelahap Maut dan ditugaskan membunuh Dumbledore. Ia sudah berhadapan dengan Dumbledore, dengan tongkat sihir teracung. Bahkan Dumbledore pun berkata ia sudah siap untuk mati. Ia sudah didesak oleh Bellatrix, Fenrir, dan lainnya. Tapi ia hanya berdiri dengan tongkat teracung tak mengucapkan sepatah mantra pun. Mungkin ia benci Dumbledore, tapi ia tak sanggup membunuh orang yang sudah mengajarinya baik dan buruk, benar dan salah selama enam tahun itu. Ingat aja, masa-masa sebelum Dumbledore mati ia gelisah karena diancam Voldemort keluarganya akan mati bila tak dilaksanakannya. Mengapa ia gelisah? Karena ia tak mau membunuh Dumbledore, tapi juga tak mau keluarganya mati. Itu buktinya ia baik. Semua orang punya kesempatan kan?
  5. Maunya di buku 7, tidak ada bab Sembilan Belas Tahun Kemudian…-nya. Memang, Hogwarts hanya selama tujuh tahun, tapi ia bisa membuat buku tentang kehidupan Harry sesudah ia keluar dari Hogwarts. Aku bilang gini soalnya katanya di majalah Bobo (yang edisi khusus Harry Potter itu lo) J.K. Rowling sedih karena akan mengakhiri dunia yang sudah digelutinya selama 17 tahun. Memangnya, kehidupan Harry Potter hanya sebatas Hogwarts? Kan dia bisa bikin kehidupan Harry sesudah keluar dari Hogwarts. (Udah aku  bilang ya?)

Itulah dia 5 hal yang menurutku salah di buku Harry Potter. Sori kalo ada fansnya  Harry Potter yang tersinggung…

0

Mimpiku

Hai, teman teman semuanya! Semuanya pasti pernah mimpi kam? Mau mimpi indah, buruk, lucu, aneh. Jadi, tadi malam aku mimpi aneh. Gini:

Jadi waktu itu malam, hujan lebat. Tiba tiba ada yang ngetok pintu. Ibuku suruh aku lihat lewat jendela. Kulihat. Agak samar sih. Kubilang ke ibuku “Nggak jelas bu,”.

“Tengok lagi,” kata ibuku. Maka kutengok ulang. Rupanya, diluar ada 3 anak. 2 anak gendut, satu pake baju hitam, satu pake baju krem. Yang ketiga badannya kecil dan bajunya kuning. Mereka megang kantong plastik. Kayaknya isinya kerupuk.

“Jual kerupuk kayaknya bu,” kataku. “Belilah. Nih, duit,” jawab ibuku sambil memberi sepuluh ribu.

Lalu kubuka pintu. “Mau kerupuk, dek?” Tanya anak baju hitam. Aku mengangguk. Kuambil tiga plastik kerupuk. “Berapa?”

“26 ribu,” kata si baju kuning. ” Apa?” Kataku, meyakinkan aku tidak salah dengar.

“76, bukan 26!” Ucap si baju krem. Haah?!

“Betul? Emangnya sebungkus berapa,” tanyaku.

“76 kali 4.”

“Hah?! Mahal amat,” kataku tercengang. Sebungkus 304? Kenapa 3 bungkus 76?

“76 kali 4!” Kata si krem. Nadanya memaksa.

” Mahal amat!” Kataku balas memaksa.

“Iih, nggak pandai ngitung ni anak!” Gerutu si kuning.

Aku cemberut. ” Nggak jadi aja kerupuknya deh. Mahal amat!”

Lalu kubanting pintu. “Nggak jadi kerupuknya?” Tanya ibuku. Aku menggeleng. “Mahal kali!”

Lalu kuhidupkan laptop. Mau nonton film anime. Ku sms juga Ante Yanti, teman ibuku yang tinggal di ujung. Sambil nonton, ku sms Ante Yanti.

Nte, jangan beli kerupuk yang di jajain tiga anak nte! Mahal kali!

Lalu kukirim. Lalu kubuka blogku dan nulis kejadian tadi

‘… Barangkali mereka libur sekolah…’ Aneh banget rasanya waktu aku dah bangun. Soalnya kan waktu itu malam, hari minggu pula.

Lalu, cemas sms ku gak dibalas, aku pergi ke tempat ante yanti. “Bu, tempat Ante Yanti ya!”

Sampai situ, kulihat Ante sama Anna, anaknya yang masih bayi lagi duduk di teras.

“Kak, tadi Ante sama Anna lagi di dalam. Terus ada yang panggil asalamualaikum, asalamualaikum, dari luar pagar. Trus, Anna teriak, Tak ada! Terus mereka pergi, kayaknya Anna tahu bakal ada masalah,” Cerita Ante Yanti. Masalah! Cemas, aku keluar. Kulihat rumah Kaila temanku diseberang.(Aneh, padahal sebenarnya rumahnya bukan disitu). Dia sedang makan kerupuk di halamannya sambil ngeliat bangunan tinggi di belakan rumahnya. Langsung saja aku teriak. ” Kailaaaaaaa! Jangan dimakan!!”

Anak baju kuning cepat cepat bilang ke Kaila. ” Jangan pedulikan.”

Aku lari kesana. Kuguncang guncang dia. “Kaila, kerupuknya beracun! Jangan dimakan! Lagian mahal juga!” Pekikku. Kaila tampak heran.

“Beracun? Mahal? Apa yang kau bicarakan? Apa itu beracun? Apa itu mahal?” Tanyanya bingung.

Mendadak aku panik. Segera aku berlari ke rumahku. Rupanya keluargaku juga sudah memakan kerupuk itu. Rupanya waktu aku ke tempat Ante yanti dibeli sama adikku. Trus semuanya ikut makan. Trus, Kubilang ke ayahku.”Ayah, itu kan kerupuknya mahal!”

“Mahal? Tidak, kok. 76 tidak mahal. Justru yang mahal itu seribu.”

Lalu si uni dipasangnya plastik kerupuk itu ke kakinya. Semuanya ikut-ikutan. Lalu semuanya jadi besar dan berkutil.

Karena takut, aku terjatuh. Tiba tiba ibuku berkata.”Eh uni dah bangun” (Aneh, padahal sebelumnya si uni di sebelahku, lalu sudah di kamar dan baru bangun). Merasa mendapat kesempatan kabur, aku berlari sekencang-kencangnya dan menabrak pintu. Lalu aku terbangun. Waktu terbangun itulah aku sadar. Tiga anak penjual kerupuk itu mungkin ingin menguasai dunia. Mereka jual kerupuk enak dan beracun mahal mahal supaya mereka kaya. Lalu dengan racun itu orang orang jadi bodoh dan gila. Lalu mereka akan gampang menguasai dunia.

Aneh ya, mimpiku. Tapi soal mereka mau menguasai dunia dengan kerupuk beracun, bisa saja terjadi di dunia nyata. Nggak perlu lewat kerupuk beracun. Lewat apa sja bisa. Misalnya? Peker sendere… 😛

Oh ya, aku nggak ngerti bagian ini:

“76 kali 4!” Kata si krem. Nadanya memaksa.

” Mahal amat!” Kataku balas memaksa.

“Iih, nggak pandai ngitung ni anak!” Gerutu si kuning.

Entah si kuning mau menguji sepandai apa aku dalam matematika sehingga gampang ditipu, atau dia mau minta duit sebanyak 304?

Entahlah. Banyak kemungkinan, menurutku. Kalau menurut kalian tahu, isi kotak comment ya…

😛

Salam Mimpi Aneh Sedunia,                                                                       Ayesha

 

 

 

 

 

 

 

0

Pemberitahuan

Teman teman semua, majalah Pelangi edisi 7 nya mohon ditunggu sebentar ya, karena, lagi nggak ada ide. Temanya sahabat, tapi isinya belum terancang. Ada yang punya ide? Kalau ada, isi kotak comment ya…

0

Adikku yang Lucu (part 2)

Ini sebenarnya sejak dulu sudah kutulis, tapi nggak sempat2 di publish.

Aku buat ini sekitar bulan maret minggu kedua atau ketiganyalah:

Hari ini, ketika kami sedang makan siang, adikku berulah lagi.

Awalnya, ketika dia sedang makan nasi sup, ayahku melihat kucing mau masuk ke rumah lewat pintu yang terbuka. “Hus, hus!”

Si Mahreen segera berdiri dan berlari keluar. “Hus! Hus! Syuh!” katanya. Nadanya lucu sekali, sehingga kami tertawa. “Hus! Hus! Lebih hus! Lebih hus!” teriaknya ke si kucing.

Aku dan Alifa, adikku yang umurnya enam tahun, tertawa terbahak-terbahak. Aku bilang, “Maksudnya, Lebih banyak hus! Lebih banyak hus!” kataku sambil terbahak-bahak.

Kemudian, ketika dia selesai makan nasi sup, dia pergi ke kamar. Di depan pintu kamar ada bantal.

“Ha, ini rumah Ain. Tu pintunya (menunjuk bantal). Ini pagarnya (mengayunkan daun pintu),” ujarnya.

Aku tertawa. Alifa juga. “Ha, masak, pintunya diluar pagarnya didalam?” kataku pura-pura bingung.

“Buuukan… Ii-tuu pagarnya…(nunjuk bantal)Ini pintunya(nunjuk pintu),” katanya polos. Aku tertawa lagi.

Lalu, ketika aku dan Alifa melanjutkan makan, Mahreen berkata pada aku, Alifa, dan ayahku.

“Masuk, masuk…! Kenapa kamu diluar?” serunya.

Aku melongo. Lalu tertawa. “Kan, kakak maunya diluar,” kataku.

“Ma-suk! Kalau nggak, nati Ain panggil hantu sama monsternya, supaya suruh ayah, uni (si Alifa) dan kakak masuk!” kata Mahreen.

Kami diam saja. Dalam hati sebenarnya kami geli.

“Ha, tu hantu sama monsternya,” katanya sambil menunjuk kebelakangnya.

“Mana? Nggak ada do, adanya pintu,” Alifa tertawa, aku juga.

“Adanya pintu, lemari, kipas angin,” lanjutku. Susah sebenarnya, karena aku ketawa juga.

Dia pura-pura nggak peduli.

Hahahaha!

Kata Mahreen: Aku cantik. Terimakasih! (entah apa hubungan aku cantik dengan cerita ini!)

0

Chobancake

😛

Tahu maksudnya?: CHOco BANana CAKE.

Bikin yuuuk:

Bahan:

1 butir telur itik, kocok

3 buah pisang (pisangnya terserah)

2 sdm cokelat bubuk asli

3 sdm gula pasir

 

Cara Membuat:

  1. Campur cokelat bubuk dengan gula pasir, aduk.
  2. Potong-potong pisang sesuai selera.
  3. Celupkan pisang ke telur.
  4. Gulingkan pisang ke cokelat bubuk.
  5. Panggang di oven selama 10-15 menit.Gulanya meleleh dan rasanya… 🙂

Bisa juga digoreng. Kalau aku, sesudah digoreng kubekukan.

Sekian, daaaah…