Bila Bulan Marah…

Ada sebuah Bulan di langit. Bulan itu ditemani Bintang. Bulan itu suka marah-marah. Karena Bulan marah-marah terus, Bulan jarang datang. Bulan marah karena ulah Manusia. Manusia suka bakar sampah, asapnya sampai ke Angkasa. Manusia juga suka memakai kendaraan bermotor, asapnya juga sampai ke Angkasa. Bulan berpikir, bagaimana caranya menghentikan Manusia.

Terus ada Astronot datang ke Bulan. Bulan menceritakan masalahnya pada Astronot itu. “Manusia suka bakar sampah, memakai kendaraan bermotor, asapnya sampai ke Angkasa! Kau juga!” kata Bulan marah pada Astronot itu. Astronot itu terlihat kaget. “Apa?! Kau seenaknya saja bilang seperti itu, aku cinta alam tau’?!!!!” Astronot itu menjawab lebih marah daripada Bulan. “O ya?” tanya Bulan masih marah. “Aku sering melihat kau naik turun kendaraan bermotor, membakar sampah di halaman Rumahmu!!!!”

Astronot itu terlihat makin marah. “Dari mana kau tau ha?!!!” teriaknya. “Tentu saja aku tau, aku selalu mengelilingi Bumi, aku bisa melihat setiap langkah orang dengan mataku yang banyak ini,” Bulan menunjuk tonjolan-tonjolan bulat di badannya. “Sudahlah! Aku tidak akan menerangi Bumi lagi selamanya, aku sudah lelah menerangi Bumi!” teriak Bulan, diambilnya Topi Tidurnya dari salah satu Bintang. “Bukannya waktu Matahari menerangi Bumi kau bisa istirahat?” tanya Astronot itu heran. “Dasar kau! Waktu Matahari menerangi Bumi, aku menerangi Bumi bagian lain tau?!!” kata Bulan. “Sudahlah! Pergi kau, aku mau tidur,” kata Bulan. Semenit kemudian Bulan sudah tertidur. Astronot itu pergi sambil berpikir keras. Bagaimana caranya waktu malam hari? Bumi akan gelap gulita bila Bulan tidak menerangi Bumi selamanya.

Sementara itu di Negara Indonesia pada malam hari, Orang-orang kasak-kusuk mencari anaknya yang hilang, sepeda hilang, salah masuk rumah, salah masuk mobil atau motor. Waktu sang Astronot sampai di Indonesia, dia disambut dengan pertanyaan mengapa Bulan tidak muncul. Kebetulan, sang Astronot adalah seorang Presiden 2017 (walaupun sekarang tahun 2014, di sini, di cerita ini, tahun 2017).

“Bulan marah, karena kita memakai kendaraan bermotor, membakar sampah, asapnya….” seorang Wali Kota mengangkat tangan, menyela, “memang apa salahnya kalau kami memakai kendaraan bermotor dan membakar sampah?” sang Astronot melanjutkan, “Asapnya sampai ke Angkasa, sehingga Bulan marah, dan tidak mau menerangi Bumi selamanya,” Seketika itu juga semua yang berkumpul disitu menjerit histeris, termasuk Istri sang Astronot, karena Bulan tidak mau menerangi Bumi dan karena Putri tunggalnya hilang. Astronot tersebut membawa seluruh Rakyatnya ke Bulan dengan Roket luar Angkasanya. Di Bulan, para Rakyat Indonesia berjanji, tidak akan membaar sampah, dan tidak sering memakai kendaraan bermotor, selain, asap itu membuat kita sakit Jantung, Stroke, Sesak napas, dan lain-lain. Astronot itu menjelaskan pula, bahwa memang bukan dia yang dilihat Bulan, tetapi saudara kembarnya. Akhirnya Bulan mau lagi menerangi Bumi.
Aku dapat ide dari Adik bungsuku yang suka sekali dengan Bulan. Segala sesuatu yang ada Bulannya, pasti dia sangka itu Bulan. Tapi karena sudah sering lihat Bulan, kalau kita bilang, “Mahreen (Baca: Mahrin), ada Am’Bulan’ Reen (Baca: Rin)!” pasti dia kira ada Bulan, dia keluar,eh, taunya gak ada Bulan. Aku juga dapat ide dari cerpenpenpenpensek (cerita pendek pendek pendek pendek sekali) punyaku dulu, waktu umurku Lima tahun. Judulnya, Mimpi Jadi Astronot, gambar bintang, yang kudapat dari google, mobil, dan orang bakar sampah.
Bye Bye Friends, suka atau tidak suka kasih COMMENT DI KOTAK COMMENT, PENCET BILA BULAN MARAH… DAN ISI KOTAK COMMENT, YAAAAAAA?!!! PLIIIIIS!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s