Cerpen: Miss Busy

Cerpen ini ada pesan moralnya lho.
Lihat di bagian paling akhir ya.
Miss Busy adalah julukan teman-teman pada Cessa (Baca: Cesa). Cessa memang super sibuk. Masuk Sekolah jam tujuh, pulang jam satu siang. Sekolah Senin-Jumat. Sehabis pulang Sekolah(hanya hari Senin dan Kamis) langsung Les Menyanyi, kegemarannya. Lalu selesai Les jam dua, jam dua langsung ke rumah, siap-siap pergi. O ya, aku lupa bilang, Cessa ini Artis Cilik paling populer. Suaranya merdu bagai Burung Murai. Walaupun sudah jadi Artis Cilik, Cessa harus terus giat Les. O ya, Cessa juga ikut Les Berjalan Bak Putri, Les Gerakan Sewaktu Menyanyi, Les Memilih Pakaian yang Sesuai Sewaktu Dipanggung, dan banyak Les lain yang belum pernah kalian dengar. Les Berjalan Bak Putri, Les Gerakan Sewaktu Menyanyi, Les Memilih Pakaian Yang Sesuai Sewaktu Dipanggung, dan banyak Les lain itu, setiap hari Jumat-Minggu. O ya, tadi Cessa harus siap-siap untuk pergi kan? Nah, itu berarti Cessa harus jumpa fansnya. Duh, Cessa memang super sibuk ya? Di sekolah pun, waktu jam istirahat, Cessa hanya berdiri di pojok kelas, lalu bila tak ada yang didalam kelas, Cessa akan berlatih pelajarannya di Les itu. Nah, dari sinilah kita mulai cerita….:
Pada suatu hari Kamis, jam istirahat, Cessa memperhatikan, masih ada gak yang masih di kelas, setelah merasa tidak ada, Cessa pergi ke pojok kelas. Tapi rupanya Cessa tidak tahu, kalau ada anak lain yang masih di kelas. Anak itu bernama Pipit, teman sekelas Cessa. Kalian pikir tentunya awalnya Pipit itu sahabat Cessa ya? Tidak, biarpun Pipit dan Cessa sebangku, tapi mereka tak bisa bersahabat. Kenapa? Karena Cessa anaknya serius, dia sukanya pekerjaan diselesaikan satu-satu, lalu bermain. Kalau Cessa lihat, Pipit waktu belajar lebih banyak bermain pada belajar. Padahal temanya ‘Bebas’ di setiap Pelajaran. Anak itu boleh mencari di internet, di komputer Sekolah, atau lain-lain. Atau bisa juga mereka bertukar soal untuk teman sebangku. Kenapa Pipit tidak bisa berteman dengan Cessa? Sebenarnya semua anak di dunia tidak bisa berteman dengan Cessa. Alasan pertama, Karena Cessa anaknya serius, dia sukanya pekerjaan diselesaikan satu-satu, lalu bermain. Kedua, karena waktu istirahat, Cessa selalu menjawab tidak! Ajakan tema-temannya untuk bermain. Karena Cessa ingin menjadi Artis Cilik terbaik seluruh dunia. Maka, Cessa pun hanya berdiri di pojok kelas, lalu bila tak ada yang didalam kelas, Cessa akan berlatih pelajarannya di Les itu. Bila dia sudah siap berlatih, bel berbunyi untuk menandakan waktu istirahat habis, atau pulang Sekolah. Pulang Sekolah, Cessa langsung dijemput. Nah, Pipit tetap di kelas karena, dia ingin tahu mengapa Cessa diam saja di kelas bila waktu istirahat. Waktu Cessa mulai Bernyanyi, Pipit melongo mendengarnya. Belum pernah didengarnya suara semerdu itu. Ketika Cessa baru saja selesai memperagakan Berjalan Bak Putri, yang kesepuluh kalinya, Pipit keluar dari tempat persembunyiannya. “Hei Cessa! Coba ulangi lagu yang tadi, bagus banget banget banget lo!” seru Pipit. Cessa terlonjak. Dipandangnya Pipit dengan kaget. “U-u-ulang? Benaran?” pandangan Cessa bersinar-sinar pada Pipit. “Iya, masa gak benaran,” jawab Pipit. Lalu Cessa mulai menyanyi. Lagunya gini:
“Kerajaan Aranea terasing dari dunia luar…
Dunia sepertinyaa! Tak menghiraukan Kerajaan Aranea…
Ku tak dapat menahannya…
Gejolak marah menembus dirikuuuu!
Duniaaaa! Kau tak bisa mengasingkan Araneaaaa!
Ratu Aranea…
Mungkin kau t’lah tahu..
Kerajaan Aranea terasing dari dunia luar…
Duniaaaa! Kau tak bisa mengasingkan Araneaaaa!
Duniaaaa! Kau tak bisa mengasingkan Araneaaaa!
Ku tak dapat menahannya…
Gejolak marah menembus dirikuuuu!
Keraaaaajaaan! Yang kucintai…
Telah diasingkaaaan…
Oleh.. Du-niaa…
Ku tak dapat menahannya…
Gejolak marah menembus dirikuuuu!
Kerajaan yang begitu hebaaat!
Telah…
Di-a…singkaaaaaaan!”
Tepuk tangan memenuhi ruang kelas. Cessa dan Pipit tidak sadar. Saking kerasnya suara Cessa, anak-anak yang lain, guru-guru, masuk ke kelas 5. Setelah Cessa siap menyanyi, Pipit bertanya, gimana suara Cessa sampai kaya’ gitu? Bagus banget banget banget. Cessa menatap bingung Pipit. Apa sebaiknya aku beritahu saja? Mami dan Papi kan ngelarang aku ceriatin, ah, aku telpon ajah deh, pikir Cessa. Ditelponnya Maminya, ditanyanya, boleh gak, ceritain? Maminya nanya ke Papinya, boleh gak. Setelah boleh, Cessa memberitahu teman-temannya. Sejak itu Cessa disebut dengan Miss Busy (Gadis yang Sibuk).
Waktu Cessa pergi Sekolah, “Eeh, Miss Busy, kok telat?” tanya Pipit. Cessa tak menjawab. “Waduh, jam delapan seperempat!” gumamnya. “Minggir! Beri jalan untuk Your Majesty Miss Busy!” teriak Riki, murid paling kocak di Sekolah mereka. Semuanya langsung minggir ke tepi, melihat Cessa tergesa-gesa, bukan karena Riki nyuruh. Waktu Cessa sampai di kelas hanya tinggal dua orang anak saja yang sedang mengerjakan soal. Bu Renata sedang memegang Hpnya, seperti mencari nomor seseorang. “Eh, Miss Busy! Ibu’ tadi mau nelpon kamu, rupanya kamu sudah sampai, ini, kertas soalnya, tadi karena kamu gak datang juga ibu’ tulis soalnya, nanti kalau Miss Busynya sudah datang nanti dia ngisi jawabannya sendiri, pikir ibu’ ini,” Bu Renata memberikan secarik kertas. Walaupun sibuk, Cessa masih sempat belajar. Lalu Cessa mengerjakannya dengan cepat. Setelah siap dia memeriksanya kembali, lalu meletakkanya di meja Bu Renata. Cessa dapat 100! Tapi bagi Cessa sih biasa ajah.
Pada suatu hari, Kepala Sekolah mendapat kabar bahwa Cessa sedang dirawat di Rumah Sakit. Dia demam. Badannya panas. Suhu tubuhnya saja 36,2. Anak-anak lain ingin menjenguknya. Semua anak berdebat, siap yang duluan kesana. Akhirnya Kepala Sekolah menemukan solusinya. “Kelas Satu pergi menjenguk Kak Cessa besok, Kelas dua pergi menjenguk Kak Cessa lusa, Kelas Tiga pergi menjenguk Kak Cessa besok lusa, Kelas Empat pergi menjenguk Kak Cessa lusanya lagi, Kelas Lima pergi menjenguk Cessa besoknya lusa lusa, Kelas Enam Pergi menjenguk Dik Cessa lusanya besok lusa lusa,” semuanya setuju.
Besoknya anak kelas satu semuanya pergi membawa hadiah. Lusanya, besok lusa, lusanya lagi, besoknya lusa lusa. Nah pada setiap kunjungan anak-anak itu, Dokter atau Perawat yang ada di kamar tempat Cessa sakit, menerangkan bahwa Cessa sakit karena sibuk, tanpa ditanya. Pada kunjungan kelas Lima, Mami Cessa sedang asyik berunding dengan Cessa. Mami Cessa mempersilahan masuk. Anak-anak kelas Lima membawa hadiah. Mami Cessa tertawa. “Wah, wah, kalau kayak gini terus nanti Tante yang tenggelam lagi, kemarin ajah Adiknya Cessa ajah sampai tenggelam,” Candanya. Tentu saja, mana mungkin adiknya Cessa tenggelam diantara hadiah-hadiah, adiknya saja sedang ke tempat Kakek Neneknya. Katanya “dedek gengkang lupang ampai katak Ceces cehat (dedek enggak akan pulang sampai kakak Cessa sehat)”. Cessa tertawa, lalu bertanya, “Mi, hari Sabtunya?” Cessa bertanya sambil mengetuk-ngetuk Buku tulis dengan Pena. “Libur Sayang,” jawab Maminya. Lalu Cessa mengisi kotak kosong di buku itu. Teman-temannya melihat. Ow! Rupanya sebuah jadwal! Kalian mau lihat?:

Jadwal Cessa

“Kok Sekolahnya gak ada Nte?” Tanya Pipit. “Cessanya belajar sama Tante di rumah, dari jam delapan sampai jam sepuluh Pagi,” Mami Cessa menjawab cepat. “Ooo…” serempak teman-teman Cessa ber-”o” panjang.
Jadi… Begitulah, akhirnya Cessa belajar sama Maminya. Kalau kangen sama temannya, dia bisa nelpon, nanti pulang Sekolah temannyaa itu pasti kerumahnya.
Lalu berakhirlah sebutan”Miss Busy .”
Pesan Moral: Jangan terlalu sibuk, nanti sakit kaya’ Cessa.
TAMAT
TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s