Fajar…Fajar…(Parki…Parki)

Ini terjadi waktu umur Parki tiga tahun, sewaktu ia masih dipanggil Fajar. Dulu, Parki, eh, Fajar, suka sekali makan ikan, sedangkan binatang favoritnya ikan. Nah, gini ceritanya:

Waktu itu Fanny, kakak sepupunya, berkunjung ke tempat Fajar, eh Parki. Umur Fanny waktu itu enam tahun. Fanny dengan gemas mencubiti pipi Parki kecil dengan pelan. Parki kecil tergelak. “O iya, ini, untuk Fajar,” Fanny memberikan sebuah bungkusan kecil. Parki kecil merebutnya, lalu membukanya dengan tangan mungilnya. “Ikan! Tangkap ikan!” Parki kecil berteriak. Ow, rupanya Fanny memberi Parki kecil mainan tangkap ikan, pantas Parki kecil senang sekali.

Lalu mereka berdua pergi ke belakang, dimana ibu Parki kecil sedang menyuci piring. “Tante, pinjam ember cuci Nte,” Fanny berkata sambil menunjuk mainan Parki kecil. Mengerti, ibu Parki kecil memberikan ember cuci berukuran sedang. Parki kecil tertawa senang. “Ikan! Ikan! Tangkap ikan!” serunya. Lalu mereka mulai bermain. Fannyi mengisi ember dengan air. Awalnya Fanny memberi Parki kecil pancingannya, tapi Parki kecil malah menggunakan tangannya untuk mengambil ikan plastik itu. Akhirnya Fanny menggunakan pancingan. Lalu sewaktu Parki kecil tidak melihat, Fanny mengambil semua ikan plastiknya. Lalu sewaktu Parki kecil melihat ke arah ember, dilihatnya ikan-ikan plastik itu tidak ada. “Ana ikan?” Parki kecil bertanya dengan heran kepada Fanny. “Di air, Jar…” Fanny berkata tenang. Sebetulnya itu sulit, karena tawanya nyaris meletus. “Ooo,” Parki kecil membuka mulutnya untuk mengatakan itu. (Tentu saja).

Lalu sorenya hujan, Parki kecil berlari-lari kecil menghampiri jendela, Roti Pisang Bubuk Cokelat kesukaannya dilemparnya, hingga bubuk Cokelatnya bertebaran keluar dari rotinya. Parki kecil melihat butiran-butiran kecil air hujan di jendela, lalu diamatinya dengan serius. “Ha? Ana ikan? Dak ada… Kak! Ikan dak ada!” Parki kecil berteriak. Fanny tergopoh-gopoh datang. “Apa?” Fanny berkata heran. Lalu Parki kecil bercerita dengan bahasa ‘tiga tahunnya’. Lalu selesai Parki kecil bercerita, Fanny terbahak-bahak, Parki kecil heran melihatnya. “Ada apa?” orang tua Parki dan Fanny pergi ke tempat mereka untuk melihat apa yang terjadi. Sambil terbahak, Fanny menceritakan cerita Parki kecil tadi. Lalu mereka semua berkata serentak__kecuali Parki kecil__,”Fajar… Fajar… Ada-ada saja,” mereka berkata.

Tau gak, kenapa Parki kecil menghampiri jendela sewaktu hujan? Karena waktu paginya Fanny bilang ikan di air, terus waktu hujan dia sangka ada ikan disitu. Hahahahahahahahahahahahahahahaha!

10 thoughts on “Fajar…Fajar…(Parki…Parki)

  1. Kalau aku:
    Nama: Alicia Saila Silky Johanda Navida
    Umur: 12 tahun
    Hobi: Nari Balet, Baca buku, main Harmonika, menggambar
    Film dan buku favorit: Harry Potter
    Makanan dan minuman favorit: semangkuk sayur dan buah, sedikit daging. Sama smoothie buah naga, pepaya, pisang, pokat, dan bengkuang serta seledri.
    Tempat tanggal lahir: 25-Juni-2003-Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s