Ternyata Dibaliknya!

Roses memandang dengan heran kertas ulangannya. Tidak diberi nilai, tidak diberi ceklis atau silang sama  sekali. Roses mengangkat tangan. “Ya, Roses?” tanya Bu Nini. “Kenapa tidak diberi nilai bu?”
Semua murid mengangguk. Bu Nini terdiam. Murid-murid berharap setelah ini Bu Nini akan memberi nilainya. Tapi ternyata tidak. “Bawa pulang kertasnya, dirumah kalian periksa lagi,” Bu Nini berkata. Murid-murid terlihat kecewa.

Roses membawa pulang kertasnya, diberinya pada ayahnya, kata ayahnya semuanya benar, tidak ada yang salah. Roses terlihat bingung. Dibolak-baliknya kertas itu, sangkanya ada soal lain yang belum dikejakannya. Lalu Roses memandang gambar Princess Belle yang digambarnya. Mungkin karena kotor Bu Nini gak mau ngasih nilai, pikir Roses. Dihapusnya gambar Princess Bellenya. Bu Nini memang begitu, kalu ada noda sedikit saja, pasti tidak mau memberi nilai, Bu Nini memang suka kebersihan. Dan seluruh kelas 4A memang suka menggambar.

Esoknya semua murid memberikan kertas ulangan mereka. Lagi-lagi Bu Nini memberikan kertas ulangan mereka tanpa diberi nilai, dan berkata sama. Murid-murid merasa sangat kecewa.

Dirumah, Roses memeriksa kertas ulangannya dengan teliti. Hei! Roses merasakan klip dijari-jemarinya. Roses membalik kertasnya. Aha! Ini klipnya. Karena Roses anak yang ingin tau, dibukanya klip itu perlahan-lahan, akhirnya dalam waktu tiga jam, Roses dapat membuka seluruh klip itu, lalu diperiksanya, kertas yang terjatuh. Hei! Ada tulisan: Silakan menggambar dikotak dibawah ini. Roses tersenyum, kini ia mengerti, rupanya Bu Nini ingin ank muridnya teliti. Lalu mulailah dia menggambar Frozen Elsa, tokoh faforitnya dengan sangat persis seperti yang di filmnya.

Esoknya Roses mengatakannya pada teman-temannya, lalu Roses membuka klip-klip itu, karena sudah terbiasa, jari-jarinya cepat membuka klip-klip itu dalam waktu lima menit. Roses melirik jam dinding. Masih ada waktu sepuluh menit sebelum masuk kelas. Diliriknya teman-temannya. Mereka sudah asyik menggambar. Kali ini Bu Nini mau menerimanya dan memberi nilai. Dan Roses seratus digambarnya. Haha! Ternyata Dibaliknya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s