Iseng-Iseng

Halo teman-teman! Buat yang udah ngebaca majalah Pelangi edisi enamnya mungkin bingung/heran ya,  kok, nggak ada jawaban dari edisi lalu kan? Iya, aku lupa. Maaaaaaaaf, ya…

Ini dia, kalau kalian mau baca:

Peri Hijuhi dan Peri Rose, serta peri-peri yang lain masih berpikir, siapa pelakunya.

Peri Rose memandang kertas itu dengan teliti. Dan tiba-tiba ia melonjak. “Aku tahu! Aku tahu siapa apelakunya!”

“Siapa?” tanya Peri Hijuhi. Peri Ninila memandang Peri Rose dengan ingin tahu.

“Coba kalian perhatikan tulisannya. Apa warna tintanya?” kata Peri Rose.

“Jingga!  Dan satu-satunya orang disini yang memakai warna jingga untuk menulis adalah…”

Mereka semua berpandangan.

“Jiji!”

Mereka segera terbang ke rumah Peri Jiji.

Mereka menggedor-gedor pintunya.

Peri Jiji langsung membuka pintu. Raut wajahnya terlihat kagum. “Kok, kalian cepat sekali tahu?” tanyanya.

“Gampang saja. Kau lupa, namamu JIngga-JIngga. Jiji. Warna tintanya jingga, dan satu-satunya orang disini yang memakai warna jingga untuk menulis adalah…kau!” kata Peri Ninila.

“Hehe. Oh ya, kalian tahu nggak, kalau anaknya ratu peri  kalau nulis juga pakai warna jingga lo, juga ibuku, jadi bukan Cuma aku aja!” ujar Peri Jiji.

Mereka tertawa. Hahaha. Oh ya, Peri Jiji juga sudah mengganti buku peri Hijuhi. Maksduknya bukan bukunya, tapi sampulnya yang terkena cat. Ia membuat sampulnya lagi dan mengecatnya hijau. Sst, rupanya Peri Jiji juga pandai memakai gergaji ya…

Itu dia. Bye, sekali lagi, maaf.

😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s