5 Hal yang Menurutku Salah di Buku Harry Potter

Gini, meskipun aku lovers-nya Harry Potter, aku nih pembaca yang kritis. (Banyak omong!) Jadi, ada beberapa hal yang menurutku salah atau gak masuk akal. Intip yuuuk!:

  1. Kenapa quiddicthnya selalu Gryffindorr versus Slytherin? Emang sih, pernah Gryffindorr versus Hufflepuff dan Slytherin versus… sapa ya? Lupa, entah Hufflepuff ato Ravenclaw. Kenapa nggak pernah Hufflepuff versus Ravenclaw? Kenapa selalu Gryffindorr dan Slytherin?
  2. Si Neville itu, di Harry Potter 7, kenapa dia tiba-tiba langsung jadi hero? Kalau J.K. Rowling memang mau menjadikannya pahlawan, ia harus mempersiapkannya sejak awal. Aku ngerti kok, kalo dia mau menjadikan si Neville yang selalu culun dan kikuk sampe ngelelehin kuali Seamus itu menjadi sosok yang tak terduga sehingga dia dianggap hebat atau gimanalah gitu. Tapi, si Neville di seri-seri sebelumnya dia tak pernah menunjukkan sikap se-hero itu. Kecuali mungkin waktu ia ikut Harry ke kementrian untuk membebaskan Sirius. Tapi di seri 7 ia menghancurkan Nagini, Horcrux Voldemort. Itu kan hero banget. Jadi, nggak ada pahlawan yang hadir secara instan. Ia harus dipersiapkan sejak sebelumnya.
  3. Semua orang selalu menganggap hanya Harry yang bisa mengalahkan Voldemort. Padahal, semua orang bisa melakukannya. Setiap orang punya kesempatan.
  4. J.K. Rowling sama sekali tak memberi kesempatan pada Si Draco Malfoy untuk berbuat benar. Ia selalu digambarkan, sombong, dimanjakan, jahat dan suka mengacau. Tapi menurutku ia tidak jahat. Ia hanya nakal. Meskipun menurutku dia agak kelewatan menyebut para kelahiran Muggle sebagai darah-lumpur. Buktinya, satu lagi, ketika ia menjadi Pelahap Maut dan ditugaskan membunuh Dumbledore. Ia sudah berhadapan dengan Dumbledore, dengan tongkat sihir teracung. Bahkan Dumbledore pun berkata ia sudah siap untuk mati. Ia sudah didesak oleh Bellatrix, Fenrir, dan lainnya. Tapi ia hanya berdiri dengan tongkat teracung tak mengucapkan sepatah mantra pun. Mungkin ia benci Dumbledore, tapi ia tak sanggup membunuh orang yang sudah mengajarinya baik dan buruk, benar dan salah selama enam tahun itu. Ingat aja, masa-masa sebelum Dumbledore mati ia gelisah karena diancam Voldemort keluarganya akan mati bila tak dilaksanakannya. Mengapa ia gelisah? Karena ia tak mau membunuh Dumbledore, tapi juga tak mau keluarganya mati. Itu buktinya ia baik. Semua orang punya kesempatan kan?
  5. Maunya di buku 7, tidak ada bab Sembilan Belas Tahun Kemudian…-nya. Memang, Hogwarts hanya selama tujuh tahun, tapi ia bisa membuat buku tentang kehidupan Harry sesudah ia keluar dari Hogwarts. Aku bilang gini soalnya katanya di majalah Bobo (yang edisi khusus Harry Potter itu lo) J.K. Rowling sedih karena akan mengakhiri dunia yang sudah digelutinya selama 17 tahun. Memangnya, kehidupan Harry Potter hanya sebatas Hogwarts? Kan dia bisa bikin kehidupan Harry sesudah keluar dari Hogwarts. (Udah aku  bilang ya?)

Itulah dia 5 hal yang menurutku salah di buku Harry Potter. Sori kalo ada fansnya  Harry Potter yang tersinggung…

2 thoughts on “5 Hal yang Menurutku Salah di Buku Harry Potter

  1. Hai pencinta Harry Potter, aku coba jawab kegelisahanmu tentang Harry Potter.

    1. Harry Potter itu menggunakan sudut pandang orang kedua. Jadi, apa yang diceritakan berdasarkan apa yang dilihat dan dialami oleh si tokoh Harry Potter. Harry terlalu asyik sama urusannya, jadi dia sendiri gak nonton pertandingan Quidditch asrama sebelah. Tapi di Harry Potter 3 novel dijelaskan kok soal beberapa pertandingan dan Harry sempat ketemu seeker dari Ravenclaw, Cho Chang dan seeker Hufflepuff, Cedric Diggory. Waktu Harry kalah di pertandingan pertama, mereka harus menunggu siapa yang menang saat Hufflepuff lawan Ravenclaw dan saat Slytherin lawan Ravenclaw. Baru Gryffindorr bisa masuk final untuk memperebutkan piala Quidditch.

    2. Aku setuju soal satu ini. Cuma karena Neville bisa saja jadi si Yang Terpilih karena tanggal lahirnya samaan dengan Harry Potter. Tapi JK Rowling memang sudah mempersiapkan si Neville ini dari seri kelima dan keenam. Walaupun tidak mencolok, ya.

    3. Itu karena orang lain tidak tahu bahwa Voldemort punya 7 Horcrux. Yang tahu cuma Dumbledore, Harry, ROn, dan Hermione. Bahkan Harry sendiri adalah Horcrux terakhir yang cuma bisa dibunuh oleh Voldemort. Jika Harry mati dibunuh orang lain, jiwa Voldemort di tubuh Harry tetap hidup. Jadi kemungkinan Voldemort dibunuh orang lain yang tidak tahu tentang horcrux ini kecil. Bahkan Dumbledore pun tidak bisa. Voldemort cuma bisa dihancurkan tapi tetap tidak mati.

    4. Ini juga aku setuju. Draco selalu menjadi tanda tanya besar untuk kita ya.

    5. Mungkin JK Rowling ingin memberikan kisah semacam dongeng putri-putrian yang hidup bahagia selamanya.

    Sekian. Senang bisa berdiskusi tentang Harry Potter.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s